Senyuman Tipis

​Malam itu gelap rasanya termenung lagi , sebuah lamunan menghantuinya kembali dan entah sampai kapan. Duduk di depan perapian sambil memandang gejolak api yang semakin lama semakin habis termakan dingin nya malam itu , sayup sayup terdengar di keheningan setan tertawa dengan serakah. Tak peduli ia terus merenung hingga hembus angin menyadarkannya , ia mulai bertanya dalam hatinya “Siapkah yang berdiri diujung hari?” , Malam semakin hening hanya terdengar gemericik arang kayu yang dibakara api dan suara angin saja. Ia mulai mengangkat kepalanya menoleh kearah bintang-bintang dilangit seolah berkata padanya “Kaukah … ?” , sunyi semakin terasa dan kini bayangan pun perlahan mulai hilang , diakhiri dengan tiupan damai angin untuk api . Sambil tersenyum tipis ia berkata lagi “Entahlah …” .