Senyuman Tipis

​Malam itu gelap rasanya termenung lagi , sebuah lamunan menghantuinya kembali dan entah sampai kapan. Duduk di depan perapian sambil memandang gejolak api yang semakin lama semakin habis termakan dingin nya malam itu , sayup sayup terdengar di keheningan setan tertawa dengan serakah. Tak peduli ia terus merenung hingga hembus angin menyadarkannya , ia mulai bertanya dalam hatinya “Siapkah yang berdiri diujung hari?” , Malam semakin hening hanya terdengar gemericik arang kayu yang dibakara api dan suara angin saja. Ia mulai mengangkat kepalanya menoleh kearah bintang-bintang dilangit seolah berkata padanya “Kaukah … ?” , sunyi semakin terasa dan kini bayangan pun perlahan mulai hilang , diakhiri dengan tiupan damai angin untuk api . Sambil tersenyum tipis ia berkata lagi “Entahlah …” . 

Advertisements

Gelap yang Angkuh

​Siang ini begitu cepatnya gelap datang tanpa alasan dengan tatapan yang dingin , sambil ia berkata “masa bodoh saja , meskipun tak diundang pun aku pasti akan datang” . melihat gelap berkata seperti itu cerah tampak sedih , ia tak bisa berbuat apa apa … dan mungkin kali ini bukan langit malam saja yang akan menangis , tapi cerah pun akan meneteskan tanda ke kecewaan terhadap gelap , gelap pun akan terus bersikap angkuh , tak peduli meski bumi juga ikut membencinya . Tapi Asal mereka tau dibalik keangkuhan gelap tersirat sebuah pesan untuk seberkas cahaya yang kini tak datang kepadanya , semoga gelap yang angkuh akan berubah , sebagai mana bumi dan cerah berharap ia datang menenangkan gelap yang satu ini , ya semoga …

Langit Malam Menangis (?)

Gelap mulai tak bersahabat kali ini , sungguh tak seperti biasanya … ia mencoba bertanya pada dirinya sendiri , apa yang sebenarnya terjadi ? dan ada apa dengan dirinya saat itu . Ada hal yang membuat nya tak enak , dia berpikir , berpikir dan berpikir … sampai langit malam menangis , gelap pun tetap terus berpikir , akhirnya gelap melihat raut wajah langit yang menangis , ia mengerti alasan langit malam itu menangis , gelap hanya tersenyum dan berbisik pada hatinya 
“mungkin bintang kali ini,bukan bintang yang kemarin”.

Who The Darken ?

Apa yang dapat diharapkan dari kata “Gelap” ? , mungkin sebagian orang sangat benci dengan kata “Gelap” … Ahh tidak sebagian , mungkin lebih kebanyakan. Jujur awalnya saya selaku author disini ingin sekali menulis sesuatu tentang “Gelap” . Dan kali ini tokoh”Gelap” akan menuliskan cerita kehidupannya , seperti Judul tulisan awal saya yaitu “Who the Darken?” … Mari lebih dalam mengenalnya dan mendengar cerita kehidupannya .